Titipan doa

Dear all,

Ide awal membuat blog ini adalah memberi tahu keluarga gue di Padang mengenai kegiatan gue selama di Belanda, dan menyimpan kisah perjalanan gue biar nggak hilang di ingatan. Karena pengunjung blog ini sudah ribuan dan gue disupport teman untuk membukukan cerita ini, maka kisah gue ini akan gue edit menjadi 70 halm sesuai syarat redaksi karena total post di blog ini cuma 40 halm. Untungnya masih banyak yang belum gue ungkap di blog.

Doakan hasil karya gue menjadi lebih baik, lebih detil dan lebih bermanfaat ya...
Semoga lolos penerbitan. Amin.

Thx dah mampir.

NOTE: Mau baca yang sudah di edit lengkap? baca di: caprivhia.com

Monday, July 18, 2011

Part 1: Cara pandang gw ttg Belanda (kesan pertama)

Pelayan Toko:
Di sini pelayan toko pada baik semua, kalau kita mau belanja, nanya-nanya atau liat2 doang gak masalah, mereka tetap senyum. gak beli juga gak papa, ramahnya minta ampun deh.. nggak ada tuh muka masam kalau gak jadi beli.

Tanah:
Di Belanda kayaknya udah gak ada tanah. semua tanah dan jalan di tutup beton sama aspal. ada jalur mobil dengan aspal, ada jalur sepeda dengan aspal atau beton warna merah, sisanya rumput. Sepanjang gw naik kereta dari Amsterdam sampe Leeuwarden, begitu banyak peternakan. berhektar hektar yang kelihatan rumput semua, sapi, domba, dll. yang intinya.. tanah tidak ada. habis... sekitar rumah juga banyak rumput. palingan tanahnya dikit2. makanya gak ada abu2 berterbangan kalau angin kencang.

Supermarket:
Kalau mau ke supermarket yang biasanya sekelas indomaret, Giant, atau Carefour rata2 gak di sediakan kantong plastik. Jadi kalau mau belanja, bawa tas atau kantong sendiri dari rumah. kalau belanja banyak, bawa keranjang sendiri. katanya biar efisien, gak menambah kerusakan lingkungan dengan mengurangi kantong plastik bungkus. di kasir pun cepat. kita gak perlu antri berat2. dekat kasir, langsung di tarok barng belanjaan, nanti jalan sendiri barangnya kayak ambil bagasi di airport. trus, lewat langsung scan, harga terpampang di layar, bayar pakai kartu atm atau kredit card dan selesai, langsung minggir. Ada juga supermarket yg menyediakan plastik, tapi harus bungkus sendiri. kalau beli pecah belah, juga dibungkus kertas sendiri. trus ada lagi, kalau ada bawaan, gak usah titip2, langsung bawa aja kantongnya ke dalam. ga ada yg bakal curiga nyuri. Kalau mau pake trolly, harus pake koin; seribuan atau 1 sen untuk buka kunci trolly yang diparkiran trolly. yaa, kalau mau duitnya balik kan mesti narok trolly nya lagi ke tempat semula. kalau malas, koin nya ditinggal aja. tapi jarang yang ninggalin trolly sembarang tempat. pasti narok lagi dan ambil koinnya lagi. lumayan... seribu apa dua ribu gitu.



Restoran/ foodcourt:
kalau mau makan di foodcourt, pake tray/ baki, baki nya di ambil sendiri. nanti setelah makan, baki nya di tarok lagi sendiri ke tempat cucian. ada lorong baki, yg tinggal tarok, trus baki nya jalan ke bagian cuci piring (kayak bagasi di airport itu, apalah namanya ga tau) jadi habis makan meja harus bersih,  sampah juga kumpulin sendiri.

Makanan Restoran:
Disini makan di restoran atau kafe mahal banget. pesen nasi satu piring aja 100rb, oseng oseng daging sapi 150rb. huaaa.. mahal banget. rasanya gak enak. cuma daging mentah ditumis pake nanas, sayur, bawang. udah. padahal kalau beli beras di toko sekilo cuma 30rb.  pokoknya mahal deh. makan mending di rumah aja. beli indomie juga murah cuma 3 atau 4 ribu.

Pasar sayur
Di Leeuwarden, pasar adanya jumat (pasar jumat), Sabtu juga ada sebagian. Jadi kalau mau belanja barang2 dapur sekali seminggu aja. sayur, rempah2, buah dsb.. kayak sogo jongkok atau pasar dadakan gitu deh. tapi tetep bersih. gak ada yg namanya sampah di mana2. harganya jauh lebih murah dari pada supermarket. Makanya kalau gak belanja di sana, nanti beli di supermarket bisa 3 sampai 5 kali lipat. strobery gede2 aja, setengah kilo cuma 10rb an. nyam nyam..

Toko Indonesia.
Alhamdulillah ada toko indonesia, kalau gak bisa minta pulang karena gak makan2 di sini. di toko indonesia semua yg umum dijual ada di sana. misal cabe rawit, sambal ABC, saus, tempe. tepung kobe, beras pandan, indomie, dll. jadi syukurlah masih bisa makan goreng tempe :P, dari pada disuguhin roti rasa ketumbar... dilapis keju sebuk ketumbar lagi. huaa :(( tidakkk..

Transportasi:
Transportasi umum adalah bus dan kereta, transportasi pribadi yang paling digemari adalah sepeda, kedua mobil, trus ada motor sedikit. bahkan sampan atau yang lebih besar lagi boat. Jadi sepanjang ada air, pasti bersih, bebas sampah. bisa pakai sampan, bahkan kapal dari negara tetangga pun bisa bebas parkir di sepanjang perairan Belanda. Tapi banyakan pake sepeda, jauh dekat sepeda. saking banyak nya sepeda, akhirnya banyak ragam sepeda mulai dari yg murah sampe yg mahal nya sama dengan harga Yamaha Mio. wah.. gimana tuh rasa ngayuh nya :d.
Harga tiket bus atau kereta cukup mahal. kalau mau murah harus pake langganan dan daftar kartu bulanan atau isi saldo, jadi bisa diskon 40%. tapi karena serba mahal inilah, bus atau kereta nya jadi sepi dan orang lebih banyak menggunakan sepeda, biaya opersionalnya lebih murah, modal dengkul doang.. tinggal dikayuh.












9 comments:

  1. Gilleee... kok bisa bersih gitu yah ... ???

    sesuatu banget deh ... :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya ibu hayati ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di HONGKONG jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga dikampun,jadi TKW itu sangat menderita dan disuatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak disengaja saya melihat komentar orang tentan MBAH KABOIRENG dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di HONGKONG,akhirnya saya coba untuk menhubungi MBAH KABOIRENG dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan MBAH KABOIRENG meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan MBAH KABOIRENG kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik MBAH KABOIRENG sekali lagi makasih yaa MBAH dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja MBAH KABOIRENG DI 085-260-482-111 insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW.. KLIK GHOB 2D 3D 4D 6D DISINI















      Saya ibu hayati ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di HONGKONG jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga dikampun,jadi TKW itu sangat menderita dan disuatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak disengaja saya melihat komentar orang tentan MBAH KABOIRENG dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di HONGKONG,akhirnya saya coba untuk menhubungi MBAH KABOIRENG dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan MBAH KABOIRENG meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan MBAH KABOIRENG kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik MBAH KABOIRENG sekali lagi makasih yaa MBAH dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja MBAH KABOIRENG DI 085-260-482-111 insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW.. KLIK GHOB 2D 3D 4D 6D DISINI

      Delete
  2. keyyeenn uni, aku mau tanya2 nii bolehkah

    ReplyDelete
  3. bagus sekali info nya sangat bagus info nya saya suka

    ReplyDelete
  4. Thank you very much for sharing information that will be much helpful for making coursework my effective.

    ReplyDelete
  5. Thank you very much for sharing information that will be much helpful for making coursework my effective.

    ReplyDelete
  6. Thank you very much for sharing information that will be much helpful for making coursework my effective.

    ReplyDelete

Thx for comment, kalo nggak punya akun di blog atau email, silahkan pilih profil anonymous aja atau Name/URL untuk tulis nama, dan URL nggak wajib diisi.

salam,
Via